MARI BERIMAN – Minggu, 5 Mei 2019

Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan tentang para murid yang sedang mencoba untuk menjala ikan akan tetapi malam itu mereka tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian datanglah Yesus pada siang hari. Tentu kita semua tahu dari pelajaran Ilmu Alam ketika masih di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, bahwa nelayan itu melaut pada malam hari karena adanya angin darat yang menyebabkan angin bergerak dari daratan ke lautan. Para nelayan baru pulang pada siang hari karena adanya angin laut yang bergerak dari laut ke daratan.

Kita semua sekarang dapat membayangkan, bahwa kehadiran Yesus dan kepercayaan para murid akan permintaan dari Yesus untuk menebar jala pada siang hari telah membuat hukum alam tersebut tidak berlaku barang sejenak. Hal yang lebih menarik, ikan tersebut didapatkan mereka ketika mereka tidak jauh dari daratan. Ternyata itulah yang namanya beriman, seandainya para murid membantah, tidak menyerahkan kepercayaan mereka sepenuhnya pada permintaan Yesus, tentu mereka tidak akan mendapatkan ikan yang berjumlah hingga seratus lima puluh tiga ekor.

Tentu dalam hidup kita, ada fase tertentu dimana kita merasa tidak berdaya akan kondisi hidup kita. Entah itu kondisi ekonomi, kondisi keluarga, atau kondisi hidup kita pribadi yang sedang dirundung banyak masalah. Dalam fase-fase tersebut, baik jika kita mengingat para rasul yang sedang tidak berdaya karena tidak mendapatkan ikan, akan tetapi karena keberimanan mereka pada Yesus, pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah keajaiban. Iman memegang peranan penting dalam hidup kita ketika kita berada dalam fase tersebut, sehingga kita masih mempunyai pengharapan untuk melanjutkan hidup kita, dan mempunyai kepercayaan bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita dan membiarkan kita terus-menerus dalam kondisi terpuruk.

Salam dan Doa
Fr. Alfonsus Andi Kurniawan, Pr.

Print Friendly, PDF & Email