“Menjadi Pelayan Tuhan yang Berhikmat Berbasis Kepemimpinan Tranformatif”, Rekoleksi DPP 2 Feb 2019

Komsos Barnabas – Memasuki awal tahun 2019, seksi BP3-Pekad Paroki Pamulang mengadakan rekoleksi bagi para Dewan Paroki Pleno (2 Feb 2019) di aula Gedung Karya Pastoral Andre Prevot lantai 3, dengan mengambil tema “Menjadi Pelayan Tuhan yang Berhikmat Berbasis Kepemimpinan Tranformatif”. Rekoleksi dibagi dalam 3 sesi acara bersubtema “Dinamika Kepemimpinan”, “Pelayanan yang Berhikmat”, dan “Kepemimpinan yang Transformatif”. Rekoleksi ini dibawakan oleh tim dari Puspas Samadi. Acara dihadiri oleh hampir seluruh DPH, Ketua Seksi, Koordinator Komunitas, Ketua Bagian, Koordinator Wilayah dan Ketua Lingkungan yang berjumlah sekitar 105 orang.

Bapak Yoseph Didit berkenan memberikan kata sambutan pembukaan, selaku Wakil Ketua II DPH, sekaligus mewakili Romo Kepala Paroki yang berhalangan hadir, dengan terlebih dahulu diawali doa dan menyanyikan lagu Tahun Berhikmat.

Memasuki sesi pertama para peserta diajak untuk berdinamika dengan permainan, antara lain permainan komandan, berpasangan, dan penempatan spidol setinggi-tingginya. Permainan ini untuk mengajak peserta menumbuhkan dinamika kepemimpinan agar pemimpin dapat tampil unggul, jujur, berdisiplin, dan peduli serta melayani. Dewan Paroki Pleno (DPP) adalah pemimpin umat.

Surat gembala Tahun Berhikmat 2019, Mgr. I. Suharyo, mengatakan: Kita semua diajak – dalam konteks yang berbeda-beda – untuk menjawab pertanyaan ini: “Apa yang harus kita lakukan, supaya kita menjadi semakin bertumbuh dalam kasih dan kesucian, dalam hikmat dan kebijaksanaan, sehingga hidup masyarakat kita menjadi semakin manusiawi”.

Lanjut pada sesi kedua, yang mengusung sub tema “Pelayanan yang Berhikmat”. Bapak Uskup memberikan contoh dengan “Semangat Gembala Baik & Murah Hati”. Pengurus lingkungan sebagai gembala kecil. Gembala yang baik dalam kitab suci dapat mengenal domba-dombanya, merawat, dan membawa ke padang rumput yang hijau. Kita mengikuti Yesus karena “Aku adalah gembala yang baik”.

Peran Pengurus di KAJ sebagai Pastoral evangelisasi. Penekanan Bapak Uskup: “Kita memelihara Iman umat Katolik, sekaligus mencari domba yg tersesat dan terkait nilai-nilai injil yang ingin diwartakan atau ditanamkan kepada banyak orang. (Buku Merah hal 60-61). Yesus meninggalkan yang 99 pergi mencari yang 1. Itu yg diharapkan dari kita untuk mencari yang 1.

Sesi terakhir dalam “Kepemimpinan yang Transformatif”. Pembicara mengangkat tokoh yang dicontohkan yaitu Bapa Paus Fransiskus sendiri. Bapa Paus melakukan transformasi di gereja Katolik dengan menggunakan simbol-simbol abad 21, Arque less and Accomplish more, tetap fokus pada misi, memilih personil sesuai kebijakan yang telah ditetapkan, dan konfrontasi terhadap issue yang muncul.

Bagaimana ciri pemimpin transformasional, yaitu pemimpin yang Visioner, Berani mengambil risiko, peka terhadap perubahan, kolaboratif, reality check, dan Entrepreneurial. Pemimpin transformasional itu mau diubah, mau mengubah diri, dan juga menginspirasi.

Tuhan memberkati. (Komsos Barnabas / Wawan)

Print Friendly, PDF & Email