PANGGILANKU ADALAH KASIH – Minggu, 19 Mei 2019

Pada suatu ada sekelompok OMK yang mengadakan piknik ke danau yang indah. Maka mereka mendayung perahu ke tengah danau untuk lebih menikmati suasana yang demikian indah itu. Sambil bersantai di atas perahu, mereka mulai berdiskusi tentang perintah baru yaitu supaya saling mengasihi. Masing-masing menjelaskan dengan semangat, apa itu kasih dan bagaimana saling mengasihi.

Ditengah-tengah perdebatan seru itu ada seorang pemuda yang hanya diam saja mendengarkan mereka. Karena semangatnya kelompok itu berdiskusi tentang cara mengasihi, tiba-tiba perahu itu oleng dan seorang pemuda tidak dapat menjaga keseimbangannya dan terjatuh ke dalam danau. Pemuda itu minta tolong, namun muda-mudi yang tadi berdiskusi dengan semangat hanya melihat saja sambil berseru-seru, tak ada satupun yang mau menolong. Tanpa banyak kata, pemuda yang sedari tadi hanya diam tadi langsung melompat ke dalam danau dan dengan cekatan menolong temannya yang tidak bisa berenang itu.

Ketika kelompok OMK itu sudah sampai di pinggir danau, pemuda berani itu berkata, “Saudara-saudariku, tadi kalian demikian sibuk dan semangat berdebat tentang cara mengasihi. Tetapi ketika ada contoh kongkrit, semua hanya diam dan saling memandanga dan berteriak-teriak saja. Itu semua tidak ada gunanya. Yang paling penting bukanlah berbicara panjang lebar mengenai kasih dan mengasihi, tetapi berbuatlah sesuatu untuk menunjukkan kasih itu.”.

Kristus telah memberi perintah baru kepada kita, yaitu perintah supaya saling mengasihi seperti Dia yang telah mengasihi kita. Maka bila kita mengaku diri sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk memperhatikan keselamatan orang, diajak untuk memperhatikan orang lain, bukan hanya untuk memperhatikan dan mendiskusikan keselamatan orang. Kasih dan mengasihi itu harus tampak dalam praktek perbuatan sehari-hari. Semoga kita mencintai Kristus dan sesama manusia dalam perbuatan, seperti Kristus mencintai kita. Amin.

Salam dan doa

Print Friendly, PDF & Email