Paroki Pamulang Gereja Santo Barnabas

VISI DAN FOKUS PELAYANAN PAROKI

Sebagai bagian dari KAJ, paroki Rasul Barnabas mengemban visi untuk menjadikan umatnya mampu menunjukkan sikap Mandiri, Berdaya pikat, dan Berdaya tahan.

Mampu menjadi umat yang siap mengatasi persoalan sendiri dan tidak tergantung pada pihak lain.

Menjadi umat yang memahami tanggungjawabnya untuk selalu menjadi saksi Kristus dalam setiap lingkup karya dan hidup bermasyarakat.

Menunjukkan perilaku yang mencerminkan kasih Allah sehingga benar-benar memikat orang-orang, terutama juga kepada mereka yang belum mengenal Kristus.
Memiliki iman, harapan dan kasih sayang yang tanggung dan tahan uji terhadap segala tantangan hidup.
Paroki Pamulang Gereja Santo Barnabas secara lebih khusus, menginginkan suatu Paroki dengan umat yang semakin beriman Kristiani dan semakin peduli kepada Kristus melalui peribadatan, melainkan mampu pula mewujudkan cintanya dalam kehidupan nyata dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Gereja Katolik kini dihadapkan dengan suatu perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Modernisasi dan perubahan tata sosial ekonomi dunia yang sangat cepat sehingga menimbulkan keadaan yang perlu mendapat perhatian khusus.
Kehidupan terasa semakin berat. Kemiskinan dan pengangguran meluas. Perbedaan antara sikaya dan simiskin semakin mencolok.
Masyarakat cenderung terpecah-pecah, terfragmentasi, tersebar dalam kelompok-kelompok. Masing-masing kurang peduli satu sama lain, toleransi semakin tipis. Sebagian kelompok bersikap kurang simpatik kepada kehadiran gereja. Sementara umat katolik semakin tidak berani menampilkan dirinya di tengah masyarakat.
Umat mudah terpikat dengan daya tarik kegiatan dan kepercayaan kelompok yang tidak sesuai dengan ajaran gereja, tahyul mempengaruhi iman Katolik. Panggilan imamat, membiara dan pelayanan pastoral kian kurang menarik bagi sebagian umat. Kesempatan dan semangat berkumpul untuk saling menguatkan iman semakin langka.
Kaum muda semakin sulit untuk bersatu. Ada pula kecenderungan mereka semakin kurang peduli terhadap lingkungan. Mereka juga menghadapi kesulitan:
• Berkomunikasi dengan generasi lebih tua
• Menemukan kesempatan untuk mendapatkan pasangan yang seiman
• Mendapatkan pekerjaan
 
Kaum muda juga dihadapkan dengan godaan-godaan kehidupan “gelap dan gemerlap”, seperti narkoba, seks bebas, dan pengaruh-pengaruh negatif media.
Kesempatan berjumpa dengan antar anggota keluarga semakin sulit ditemukan karena kesibukan, tuntutan kerja dan persaingan hidup yang kian ketat. Hubungan antar anggota keluarga menjadi dingin dan datar. Ikatan perkawinan katolik semakin longgar. Ketidaksetiaan pasangan dan perceraian mewarnai kehidupan keluarga katolik. Meningkatnya perkawinan campur menambah kompleksitas masalah keluarga.
Menghadapi sekian banyak tantangan, pengurus Paroki pada periode 2018 – 2021 hendak memfokuskan layanannya pada tiga bidang, yakni Liturgi, Kaum Muda dan Sosial, fokus ini tidak hendak mengabaikan bidang lainnya, melainkan untuk lebih mengarahkan prioritas perhatian belaka.