Renungan - 2026-02-10
HATINYA JAUH DARIPADA-KU (Mrk 7:1-13)
Peringatan Santa Skolastika
Skolastika adalah adik santo Benedikatus Abas dan seorang biawawati dan tinggal di biara kakaknya di Monte Casino, Italia. Skolastika seorang pendoa yang ulung, Saat Benediktus menolak pembicaraan yang lama dengan adiknya ini, Skolastika berdoa dan turun hujan badai yang sangat lebat. Akhirnya mereka lama mempunyai kesempatan bertemu dan berbica. Tiga hari berikutnya Skolastika wafat. Benediktus melihat adiknya itu dalam rupa burung merpati naik ke Surga. Santa Skolastika sering kali dijadikan penolong untuk memohon cuaca yang baik.
Saat penahbisan rumah Allah, raja Salomo berdiri di depan Mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaat Israel. Ia berdoa kepada Allah Israel dan tidak ada Allah lain di atas lain dan id bawah bumi, selain Allah Israel ini yang selalu memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-Nya yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan Allah. Salomo memohon agar Tuhan mengabulkan doanya dan segenap umat Israel yang mereka panjatkan di rumah Tuhan ini.
Orang Farisi dan beberapa ahli Taurat menyalahkan para murid Yesus yang tidak mematuhi adat istiadat nenak moyang yakni membasuh tangan sebelum makan. “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan tangan Najis?”
Yesus menyadarkan mereka.”Bangsa ini memuliakan Aku dengan binirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadat pada-Ku, sebab ajaran mereka yang mereka ajarkan ialah perintah manusai. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Tuhan semoga kata dan karya kami menghadirkan kedamaian yang dirindukan dunia. Semoga berkat teladan santa Skolastika, kami sanggup mengabdi Engkau dengan kasih yang tulus dan berbahagia menikmati karunia kasih-Mu. Amin
Pamulang 10 Februari 2026, Blasius Sumaryo SCJ
Quote: Sebagai mahkluk rohani, religius kita selalu berada dan berdiri di hadapan Tuhan dan sesama. Kita berdoa seperti Salomo dan yakin Tuhan mengabulkan doa yang kita bersama umat sampaikan di rumah Tuhan dan di tempat laon. Tuhan mendengarkan doa yang mengalir dari iman dan kerendahan hati kita.
